ADA APA DENGAN FAKULTASKU

  
  Kampus, identik dengan kehidupan akademik. Kehidupan mahasiswa yang beragam dan unik, serta dalam setiap langkahnya pasti membawa cerita yang berbeda. Ada beragam sisi yang bisa kita lihat, sisi yang mampu membawa setiap insan mahasiswa yang terlibat di dalamnya untuk bercengkrama, berdiskusi, berpolitik kampus, ataupun hanya sekedar datang dan pulang tanpa membawa kesan. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus, seringkali dijadikan sebagai ajang perdebatan mengenai seberapa besar kepentingan mahasiswa terpenuhi dan seberapa tersalurkannya aspirasi mereka atas kebijakan itu sendiri.
   Kampus, memiliki dunianya sendiri. Dunia dewasa tantangan dan pilihan untuk yang penuh memilihDunia bagi mahasiswa untuk mencari dan membentuk jati dirinya. Suka ataupun tidak, hal tersebut memang terjadi di dalam kampus, dan memaksa banyak orang untuk mulai berfikir apa yang ada di dalam kehidupan kampus.
   Sebagai mana kehidupan yang terjadi hari ini dikampus UIN STS JAMBI salah satu fakultas nya sebut saja fakultas syariah, terjadi sebuah kesalahan dan kebijakan seorang pimpinan yang saya katakan sangat fatal. Yang mana, fakultas syariah hari ini terjadi ketidak selarasan antara mahasiswa dan dosen, antara dosen dan pegawai civitas akdmik, salah satu yang bisa saya angkat kali ini adalah, ketidak profesional dosen, tidak lagi idealis nya seorang dosen, intervensi seorang dosen dalam Organisasi kemahasiswaan kampus (ORMAWA). 
     Sejak awal semester ganjil tahun ajaran 2018-2019, yang mana dosen-dosen fakultas syariah bisa saya katakan mengajar semaunya saja, tidak peduli itu gaji buta ntah tidak yang penting mereka dapat uang, akibat dari ketidak profesional dosen di fakultas syariah, mahasiswa terlantar tidak mendapatkan hak nya untuk diajar oleh dosen dosen yang jarang masuk, bahkan ada salah satu mahasiswa curhat kepada saya mereka mengatakan, ada dosen yang hanya masuk 2 atau 3 kali pertemuan, setelah itu tidak pernah lagi muncul, dan ada juga dosen yang sejak masuk hanya membagikan, materi-materi perkuliahan setelah itu mahasiswa yang menampilkan makalah, dosen hanya diam duduk dan setelah selesai keluar, sangat disayangkan hal-hal seperti ini jika terus dibiarkan.
   Idealisnya seorang dosen mereka baik nya mengajar mahasiswa sebagai mana mestinya, mereka juga harus peka terhadap kehidupan mahasiswa dikampus, agar terbentuklah mahasiswa yang benar-benar intelektual dan profesional, namun banyak sekali hari ini kejadian di fakultas syariah  dosen yang tidak sesuai lagi dengan kode etik dosen itu sendiri.
      Di mana hari ini fakultas syariah banyak sekali terdapat kekacauan tidak hanya dosen saja yang tidak profesional, namun para pimpinan akdmik fakultas tidak memiliki kebijakan sama sekali melihat permasalahan-permasalahan yang terjadi di fakultas, sehingga dosen-dosen yang sering tidak masuk, malah keenakan menikmati nya, sedangkan mahasiswa menjadi korban dari itu semua, padahal mereka membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan sangat mahal, namun mereka tidak mendapatkan hak mereka untuk belajar dan diajarkan, kemana pimpinan akdmik fakultas, sehingga tidak ada kebijakan sedikitpun melihat hal ini terjadi.
     Ada lagi hal-hal yang sangat kita sayangkan mahasiswa organisatoris kehilangan peran nya di fakultas syariah, para ORMAWA fakultas syariah serasa dikekang, gerakan nya serasa di hambatkan, sehingga para ORMAWA fakultas syariah hilang gerakan untuk mengembangkan ide ide cemerlangnya untuk menampung setiap prestasi-prestasi mahasiswa di fakultas syariah.
    Ini adalah ulah dari para pimpinan civitas akdmik yang mana dalam kegiatan kemahasiswaam, ORMAWA fakultas syariah mereka intervensi dalam hal ini, mengambil peran, tidak percaya lagi kepada mahasiswa, ntah ada kepentingan kelompok saya juga tidak tau, namun ini adalah suatu kesalahan patal yang mereka ambil, karena disini lah terlihat tidak idealisnya mereka, tidak profesional nya mereka menjadi pimpinan akdmik, sehingga mahasiswa kehilangan peran dan tidak ada gerakan, bagaimana mahasiswa bisa mengembangkan fungsi dan peran nya sebagai mahasiswa yang sesungguhnya, sedangkan hal ini para pimpinan civitas akdmik ikut serta, sehingga saya katakan ini bukan lagi ORMAWA tetapi ORDOS

    Tidak adanya kebijakan kebijakan pimpinan akdmik melihat permasalahan seperti ini sehingga menjadi kekacauan yang berlarut-larutan, jika ini dibiarkan makan akan menjadi penyakit, dan akan membuat peperangan dingin nanti nya anatar mahasiswa dan civitas akdmik, karena mahasiswa sudah terlalu gerah melihat perlakuan kezaliman ini terus di praktekan.
        Efek buruk nya sangat terlihat di setiap ORMAWA fakultas syariah, SENAT mahasiswa fakultas syariah, sebagai mana badan Legislatif nya ormawa di fakuktas yang membuat setiap regulasi (aturan) untuk setiap ORMAWA fakultas syariah seperti DEMA F, HMP, namun aturan aturan yang dibuat SENAT, para pimpinan civitas akdmik fakultas syariah berani ambil alih dan mengubah, agar sesuai yang mereka inginkan, sehingga SENAT F merasa kehilangan peran sebagai badan Legislatif di fakultas syariah.
     Dalam edukasi politik kampus yang seharus nya ini adalah ajang bagi mahasiswa untuk belajar berpolitik yang baik, namun lagi lagi para pimpinan civitas akdmik intervensi dalam hal ini, sebagai mana mereka tidak mau kehilangan peran baik di ormawa kampus dan juga jabatan di civitas akdmik, jangan-jangan ini ada kepentingan, ntah pribadi ntah kelompok.
    Adapun setiap kegiatan kemahasiswaan di fakultas syariah, bisa dikatakan setiap ORMAWA yang ada di fakultas syariah susah sekali mendapatkan dukungan, baik dukungan secara Materiil, maupun dukungan secara moril, sehingga setiap ormawa fakultas syariah susah sekali ketika ingin melakukan kegiatan-kegiatan, sedangkan para pimpinan akdmik mengambil alih dari peran ormawa fakultas syariah, mereka membuat kegiatan kemahasiswaan seperti diskusi yang mereka buat tidak memberi peran sama sekali kepada DEMA F, sedangkan ada salah satu mahasiswa yang membuat forum diskusi tampa sepengetahuan DEMA F mereka dukung padahal itu bisa dikatakan melanggar aturan di lingkungan ormawa kampus, bisa juga saya katakan forum seperti itu forum ilegal, sehingga DEMA F kehilangan peran, sedangkan setiap DEMA F, ataupun HMP diruang lingkup fakultas syariah, ingin melakukan sebuah kegiatan yang bersifat seperti, pelatihan, bedah buku, seminar, makrab, ini sangat dipersulit  ketika kita mengajukan profosal pendanaan, alasan mereka banyak sekali  dengan alibi-alibi nya agar tidak mengeluarkan dana untuk kegiatan mahasiswa yang dibuat oleh ormawa fakultas syariah.
     Seharusnya antara dosen mahasiswa dan para civitas akdmik saling kerja sama bahu membahu untuk kemajuan kampus dan fakultas nya, tidak lagi memikirkan kepentingan kelompok, pribadi, sehingga adanya dosen-dosen yang berkualitas dan bertanggung jawab, agar terbentuk mahasiswa yang intelektual dan profesional sehingga muncul manti generasi penerus bangsa yang hebat, karna kita selama ini terlalu sibuk membuat permasalahan di ruang lingkup Tempat kita sendiri, berdebat dirumah kita sendiri menghancurkan rumah kita sendiri,  sehingga kita ketinggalan untuk membahas permasalahan yang bersifat global, jadi sangat jauh ketinggalan kita dari mahasiswa dan dosen kampus-kampus lain. Harapan saya Bersatulah antara Ormawa fakultas syariah dan Pimpinan civitas akdmik fakultas syariah, karna kita satu lah kita menjadi kuat dan hebat, sehingga nanti kita bisa dipandang dan diperhitungkan oleh kampus kampus lain dalam hal kualitas maupun kuantitas.
_SEKIAN DAN TERIMA KASIH_
Penulis : Faidil imar 
Jurusan : Hukum Keluarga Islam
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dialog Kepemudaan

SATUNAMA Gelar Workshop Perlindungan Perhutanan Sosial di Kabupaten Merangin

Mahasiswa sebagai tokoh intelektual masyarakat